- . | Terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia atas partisipasinya dalam Pemilihan Serentak 2020

Publikasi

Opini

Oleh: Melly Triani Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM KPU Kabupaten Belitung   kab-belitung.kpu.go.id, Semangat R.A. Kartini tidak hanya menjadi simbol perjuangan perempuan di masa lalu, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun demokrasi yang inklusif hari ini. Perempuan bukan lagi sekadar objek dalam pembangunan, melainkan subjek aktif yang memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan, termasuk dalam proses demokrasi seperti pemilu dan pilkada. Dalam konteks penyelenggaraan pemilu, perempuan memiliki posisi yang sangat penting, baik sebagai pemilih, penyelenggara, maupun agen sosialisasi di tengah masyarakat. Di KPU, keterwakilan perempuan bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang perspektif. Kehadiran perempuan di dalam struktur kelembagaan membawa pendekatan yang lebih empatik, komunikatif, dan adaptif terhadap berbagai segmen pemilih, seperti perempuan, lansia, disabilitas, hingga pemilih pemula. Sebagai Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, saya melihat bahwa perempuan memiliki keunggulan dalam membangun kedekatan sosial. Hal ini sangat membantu dalam upaya meningkatkan partisipasi masyarakat. Sosialisasi tidak hanya soal menyampaikan informasi, tetapi juga bagaimana pesan itu bisa diterima, dipahami, dan menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi aktif. Perempuan juga memiliki peran penting dalam mendorong budaya demokrasi yang sehat di lingkungan keluarga dan komunitas. Dari lingkup terkecil inilah kesadaran politik tumbuh. Ketika perempuan berdaya dan teredukasi, maka kualitas demokrasi pun ikut meningkat. Momentum Hari Kartini menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Saat ini, keberanian perempuan bukan hanya ditunjukkan dengan melawan keterbatasan, tetapi juga dengan mengambil peran dalam ruang-ruang strategis, termasuk dalam demokrasi. Mari terus mendorong perempuan Indonesia untuk berani bermimpi, percaya diri, dan berkontribusi aktif, karena demokrasi yang kuat membutuhkan partisipasi perempuan yang setara dan bermakna. (apbl)

🔊 Putar Suara